Ilmuwan Mesir: Kemajuan Iptek Ungkap Berbagai Keajaiban Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ilmuwan Mesir, Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar, mengatakan semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), semakin terungkap pula keajaiban kitab suci Alquran. “Alquran bukan buku ilmu pengetahuan. Tapi ayat-ayatnya mengenai alam semesta (kauniyah) kini terbukti dalam penemuan-penemuan ilmiah di abad modern ini,” kata Prof Naggar dalam ceramahkanya di Aula Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis.

Pakar ilmu bumi (geologi) tersebut mengupas beragam penemuan ilmiah mengenai alam semesta yang mengamini hakekat kebenaran Alquran. Sebagai contoh, ayat 6 Surat Al Thur, “Al Bahrul Masjur” (Demi laut yang –di dalam tanah bawah laut itu– ada api). “Terbukti secara ilmiah oleh para ahli geologi dan ilmu kelautan bahwa dasar semua samudera dipanasi oleh jutaan ton magma yang keluar dari perut bumi,” katanya.

Menurut peraih doktor geologi lulusan Universitas Wales, Inggris pada 1963 itu, magma tersebut keluar melalui jaringan rengkahan raksasa yang secara total merobek lapisan litosfir dan sampai ke lapisan astenosfir. “Para ilmuwan yang jujur akan kagum melihat kepeloporan Al Quran dan hadis-hadis Nabi terkait petunjuk tentang fakta-fakta ilmiah bumi, yang baru dapat dibuktikan pada akhir abad ke-20 seiring dengan kemajuan iptek,” kata ilmuwan yang telah menghafal semua 30 juz Alquran saat ia berusia sepuluh tahun itu.

Fakta ilmiah lain, katanya, yaitu ayat 15 dan 16 Surat At Takwir: “Fala Uqsimu bil khunnas. Al Jawaril Kunnas” (Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tak tampak. Yang bergerak sangat cepat). Prof Naggar menjelaskan, para ulama dahulu menafsirkan ayat tersebut secara metaforis, namun para ahli astronomi pada akhir abad 20 menemukan fakta ilmiah, yaitu apa yang disebut Black Hole (Lubang Hitam).

Black hole adalah planet yang ditandai dengan densitas yang tinggi dan gravitasi yang kuat, tempat zat dan semua bentuk energi termasuk cahaya tidak mungkin lepas dari perangkapnya. Disebut lubang hitam karena ia sangat gelap tak terlihat, dengan kecepatan geraknya diperkirakan mencapai 300 ribu km per detik.

Black holes dianggap sebagai fase tua kehidupan bintang, yang didahului ledakan dan zatnya kembali menjadi nebula. “Fakta ini baru terungkap pada akhir abad 20, yakni 14 abad setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,” kata Prof Naggar.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Tiap Tahun, 20 Ribu Warga Amerika Serikat Menjadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON–Meskipun sentimen anti Islam pasca Tragedi 11 september  terus meningkat di Amerika Serikat, namun tak menyurutkan warganya untuk mengenal — dan kemudian jatuh hati — pada Islam.  Menurut laporan TV P, setiap tahun, rata-rata 20 ribu warga As menjadi mualaf.

“Belajar tentang Tuhan dan Pencipta kita telah benar-benar mengilhami saya, dari Malcolm X dan dari apa yang saya baca tentang Islam, saya makin yakin dengan agama ini,” kata seorang warga yang baru masuk Islam, Umar Abdul Wahab, kepada wartawan.

Wahab yang sebelumnya seorang Kristen, kini rajin menghadiri kajian Islam di Dar Al Hijrah Islamic Centre di Falls Church, Virginia. “Bagi saya Islam adalah penyerahan total kepada pencipta kita, penyerahan total kepada apa yang ingin kita lakukan, [dan] mengikuti cara Nabi Muhammad,” tambah Wahab.

Wahab mengatakan dia masuk Islam setelah menyadari ia telah mengikuti kursus yang berbeda. Namun, ia kemudian merasa “nyambung” dengan hal yang baru ini. “Melepaskan konvensi lama dalam mengejar yang baru, bagaimanapun, bukanlah tugas yang mudah,” ujarnya.

Penolakan pertama, katanya, datang dari orang tuanya. Namun, akhirnya mereka luluh. “Orang tua saya (akhirnya) melihat bahwa Islam membuat saya menjadi orang yang lebih baik daripada saya sebelumnya dan mereka datang untuk menghormati bahwa … mereka benar-benar mengagumi keyakinan saya,” tambahnya.

Namun, kemarahan didorong oleh histeria anti-Islam telah melanda hampir seluruh bagian  Amerika dalam beberapa minggu terakhir. Setelah protes penolakan masjid, aksi pembakaran Alquran juga turut memicu sentimen anti Islam.

Tetapi kemampuan untuk bebas memilih agama selalu menjadi bagian dari mimpi Amerikam bahwa setiap orang berhak (untuk pindah agama, kata Imam Johari Abdul-Malik, direktur humas di Dar Al Hijrah Islamic Center. Hampir tiap bulan, katanya, ada saja warga AS yang bersyahadat di pusat budaya Islam ini. “Ini berkah lain fobia Islam. Semakin dibenci, semakin orang ingin belajar lebih jauh tentangnya,”katanya.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Indonesia Dukung Program Nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Pemerintah Indonesia menegaskan dukungan terhadap program nuklir Iran. Dukungan tersebut dilakukan selama Iran menggunakan nuklir untuk tujuan damai. Seandainya ada pelaksanaan yang timbul dalam pelaksanaan hak itu, maka perlu diselesaikan lewat dialog.

“Presiden menegaskan Indonesia senantiasa mendukung hak dari setiap negara, termasuk Iran, atas teknologi nuklir untuk maksud damai,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di Kantor Presiden, Jumat (1/10).

Marty menyampaikan hal itu usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima utusan khusus Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Utusan itu adalah Alaeddin Boroujerdi yang juga Ketua Komisi lnternasional dan Keamanaan Nasional Parlemen Iran.

Alaedin didampingi sejumlah pejabat Iran lainnya, seperti Dubes Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh, Sekretaris Komisi Luar Negeri Iran  Fazlullah Baghestani, dan Deputy Chief of the Mission Kedutaan Iran Mahmoud Mozaffari. Presiden didampingi juga oleh Mensesneg Sudi Silalahi dan Seskab Dipo Alam.

Marty mengatakan, Presiden berpendapat bahwa permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan hak diselesaikan melalui perundingan dan dialog, bukan menggunakan kekerasan, bahkan menggunakan sanksi terhadap negara mana pun juga.

“Pada kesempatan tersebut, utusan khusus Presiden Iran menegaskan komitmen Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk maksud damai dan sikapnya yang menentang atau menolak proliferasi senjata nuklir,” kata Marty. Iran juga berkomitmen mengendepankan dialog.

Dalam kaitan itu, kata Marty, Presiden menyampaikan bahwa Iran dan Indonesai ada kesamaan pandangan atas beberapa hal, yaitu hak segala bangsa untuk menggunakan teknologi nuklir untuk maksud damai. “Baik Iran maupun Indonesai sama-sama setuju dalam menentang proliferasi persentaaan nuklir,” kata dia.

Marty mengatakan, Iran memandang Indonesia memiliki pandangan yang sangat mandiri mengenai nuklir Iran, sehingga sangat mengharapkan melalui pemaparan informasi dan keterangan tentang perkembangan masalah nuklir Iran ini, Indonesia bisa terus memainkan peranan yang konstruktif yang membantu penyelesaian masalah.

“Oleh karena itu, Bapak Presiden menegaskan pemerintah Indonesia senantiasa siap untuk memberikan kontribusinya mengenai masalah ini,” kata mantan Dubes RI untuk PBB ini. Dalam kesempatan itu, Alaeddin menyerahkan surat dari Presiden Ahmadinejad untuk Presiden Yudhoyono. Namun, Marty tak mengetahui isi surat itu.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Sue Watson: Misionaris yang Kini Menyerahkan Hidupnya untuk Islam

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–”Apa yang terjadi padamu?” Pertanyaan itu kerap diterimanya ketika bertemu mantan teman-teman sekolah, teman dan pendeta ketika mengetahui dirinya telah memeluk Islam. Mereka heran dan tak habis pikir mengapa Sue Watson, seorang profesor, pendeta, dan misionaris, yang pantas disebut sebagai fundamentalis radikal, kini telah menjadi seorang Muslimah.

Tapi itulah jalan hidup. Hidayah menghampiri Watson, membuatnya menjadi tertarik pada Islam, dan akhirnya memeluk agama yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW ini. Semua itu bermula ketika ia baru saja lulus dari pendidikan pasca sarjana. Lima bulan setelah mendapatkan gelar Master of Divinity (Ketuhanan) dari sekolah seminari ternama, dia bertemu seorang wanita yang pernah bekerja di Arab Saudi dan telah memeluk Islam.

Jiwa misionarisnya muncul. Dia pun coba bertanya-tanya kepada wanita itu dengan maksud menjalankan misi kristennya. Kepada wanita itu, Watson bertanya tentang perlakuan Islam terhadap wanita. ”Saya terkejut dengan jawabannya. Jawaban itu bukan yang saya harapkan, jadi saya bertanya lagi tentang Tuhan (Allah SWT) dan Muhammad,” ujarnya. Namun wanita itu tidak mau menjawab pertanyaan tersebut. Wanita itu justru mengajak Watson untuk berkunjung ke Islamic Center karena di sana ada orang yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan lebih baik.

Selama delapan tahun, Watson kuliah di sekolah teologi. Sebagai seorang penganut Kristen yang taat, dia memandang Islam sebagai agama setan. Dalam setiap doanya, dia meminta kepada Yesus agar dilindungi dari roh-roh jahat. Namun setelah peristiwa di atas dan dia kemudian berdialog di Islamic Center tersebut, dia seperti mendapatkan pandangan lain tentang Islam. ”Saya cukup terkejut dengan pendekatan mereka (umat Islam), karena langsung dan lugas. Tidak ada intimidasi, pelecehan (terhadap agama lain), dan tak ada manipulasi psikologis,” kisahnya.

Bahkan, Watson menceritakan, ulama atau ustadz di Islamic Center itu menawarkan dirinya untuk mempelajari Alquran di rumahnya. ”Ini seperti studi tandingan untuk Alkitab. Saya tak percaya, mereka kemudian memberikan beberapa buku mengenai Islam dan mengatakan jika saya memiliki pertanyaan maka mereka akan bersedia menjawabnya di kantor,” katanya.

Malamnya, Watson langsung membaca semua buku itu. Itulah untuk kali pertama, dia membaca buku tentang Islam yang ditulis oleh seorang Muslim sendiri. Selama ini, dia hanya membaca buku-buku mengenai Islam yang ditulis oleh orang Kristen. Keesokan harinya, dia kembali menemui Ustadz itu untuk menanyakan beberapa hal mengenai Islam yang didapatnya dari membaca buku itu. Hal itu terus terulang setiap hari selama sepekan. Hingga tanpa terasa, dia telah membaca sebanyak 12 buku dalam tempo sepekan itu.

Dari situ, dia mulai memahami mengapa Muslim itu merupakan orang yang paling sulit di dunia ini untuk diajak memeluk Kristen. ”Mengapa? Karena tak ada lagi yang bisa ditawarkan kepada mereka (Muslim). Islam mengajarkan hubungan dengan Tuhan, pengampunan dosa, keselamatan, dan janji kehidupan yang kekal,” paparnya.

Selama menjalani proses dialog itu, secara alamiah, pertanyaan pertamanya terpusat kepada Allah, Tuhan-nya umat Islam. Siapakah Allah yang disembah kaum Muslim ini? Sebagai seorang Kristen, dia diajarkan bahwa Allah itu merupakan Tuhan palsu. Namun setelah membaca buku Islam dan berdialog, dia baru mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Allah itu Esa. Tak ada Tuhan lain yang mendampingi Allah.

Lantas, pertanyaan penting tentang Muhammad. Siapa ini Muhammad? Dia baru mengetahui bahwa umat Muslim tidak berdoa kepada Muhammad, seperti orang Kristen berdoa kepada Yesus. Dia (Muhammad) juga bukan seorang perantara, sehingga dilarang berdoa kepadanya. Dia pun mengetahui bahwa umat Islam juga percaya pada Yesus sebagai seorang nabi seperti Muhammad. Menurutnya, banyak kesalahpahaman dari penganut Kristen tentang Islam.

Tanpa disadarinya, dia mulai mengakui kebenaran Islam. ”Tapi saya tidak beralih memeluk Islam pada waktu itu juga karena saya belum percaya sepenuhnya di dalam hati. Saya terus pergi ke gereja, membaca Alkitab, tapi di satu sisi juga belajar Islam di Islamic Center. ”Saya benar-benar meminta petunjuk Tuhan, karena tak mudah untuk pindah agama. Saya tak mau kehilangan keselamatan,” ucapnya.

Dua bulan setelah proses pengenalannya tentang Islam, Watson masih terus meminta kepada Tuhan agar diberikan petunjuk. Hingga akhirnya, suatu ketika, dia merasakan ada sesuatu yang jatuh meresap ke dalam dirinya. ”Saya lantas terduduk, dan itulah untuk kali pertama saya menyebut nama Allah SWT. Ada kedamaian yang dirasakan. Dan sejak itu, empat tahun lalu hingga sekarang, saya percaya bahka Engkaulah satu-satunya Tuhan dan hanya Engkau Tuhan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Keputusannya memeluk Islam bukannya tanpa risiko. Setelah menjadi mualaf, Watson dipecat dari pekerjaan sebagai pengajar di dua Perguruan Tinggi Kolese, dikucilkan oleh mantan teman-temannya di sekolah Teologi dan sesama profesor teologi, dan tidak diakui lagi oleh keluarga suaminya. Pilihannya itu juga disikapi negatif oleh anak-anaknya yang sudah dewasa dan dicurigai oleh pemerintahnya sendiri.

”Tanpa adanya kekuatan iman, mungkin saya sudah tak sanggup menghadapi itu semua,” ujarnya. ”Saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menjadikan saya sebagai Muslim. Dan saya berharap hidup dan mati sebagai Muslim.”

Mantan misionaris yang kini telah bergantii nama menjadi Khadijah Watson itu, sekarang bekerja sebagai seorang guru untuk melayani kalangan perempuan di salah satu pusat dakwah di Jeddah, Arab Saudi.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Delapan Prinsip Islam dalam Hubungan Antarumat Beragama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Akhir-akhir ini, wacana kerukunan antarumat beragama kembali ramai diperbincangkan. Sebagian kecil kalangan menuduh umat Islam, tak toleran. Tuduhan tak berdasar itu digaung-gaungkan setelah munculnya protes dari Muslim kota Bekasi Jawa Barat terhadap munculnya rumah ibadah yang tak mematuhi alias ilegal.

Benarkah protes umat Muslim itu sebagai tindakan tak toleran? Tudingan umat Islam tak toleran sangat ngawur. Umat Islam di kota Bekasi memrotes, karena rumah ibadah yang berada di Ciketing itu tak mematuhi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Izin Pendirian Rumah Ibadah.

Sesuai aturan yang telah disepakati setiap majelis-majelis agama yang ada di Tanah Air, pendirian rumah ibadah harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Hal itu berlaku bagi semua agama. Sudah seharusnya, aturan tersebut ditaati dan dihormati semua umat beragama. Protes dari kalangan umat Islam terhadap pendirian rumah ibadah yang ‘ilegal’ merupakan bentuk pengormatan dan ketaatan umat terhadap hukum.

Islam adalah agama yang toleran. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tahun 2009 di Padangpanjang, Sumatera Barat, telah menetapkan fatwa tentang Prinsip Ajaran Islam mengenai Hubungan Antarumat Beragama dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam fatwa itu, para ulama menegaskan bahwa: Pertama, kesepakatan bangsa Indonesia untuk membentuk NKRI dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan UndangUndang Dasar 1945 sebagai konstitusi merupakan ikhtiar untuk memelihara keluhuran agama dan mengatur kesejahteraan hidup bersama, kesepakatan itu mengikat seluruh elemen bangsa.

Kedua, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik dalam hal suku, ras, budaya maupun agama. Karenanya, bangsa Indonesia sepakat untuk mengidealisasikan bangsa ini sebagai sebuah bangsa yang majemuk tetapi tetap bersatu, dengan semboyan bhineka tunggal ika.

Ketiga, umat Islam sebagai bagian terbesar dari bangsa Indonesia harus terus menjaga konsensus nasional itu. Keempat, dalam hal kemajemukan agama, negara mengakui eksistensi beberapa agama, dan masing-masing agama tersebut mempunyai posisi yang sama di dalam konstitusi negara. Negara menjamin warganya untuk memeluk agama masing-masing.

Kelima, Islam mengakui eksistensi agama lain tanpa mengakui kebenaran agama tersebut, sebagaimana pada masa Nabi juga mengakui eksistensi agama selain Islam, antara lain Yahudi, Nasrani dan Majusi.

Keenam, dalam konteks berbangsa dan bernegara, setelah Proklamasi 1945, Islam memandang posisi umat beragama sebagai sesama bagian warga bangsa yang terikat oleh komitmen kebangsaan, sehingga harus hidup berdampingan secara damai.

Ketujuh, guna terhindar dari konflik antarpemeluk agama di Indonesia, negara wajib menjamin warganya untuk menjalankan agamanya dan melindungi kemurnian agama sesuai dengan ajaran agama masing-masing dari setiap upaya penodaan agama.

Kedelapan, setiap orang, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi yang melakukan penodaan agama, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, maka negara harus menindaknya secara tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Fatwa MUI tersebut secara tegas dan gamblang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran.
Umat Islam secara tegas mendesak negara untuk menjamin warganya memeluk agama masing-masing.
Terlebih, Alquran secara gamblang mengajarkan umatnya untuk menerapkan hidup toleran dengan sesama manusia.

Dalam surah Al-Kafirun ayat 1-4, Allah SWT berfirman, “Katakanlah: Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan Aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Pada surah Al-Baqarah ayat 256, Allah SWT berfirman, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

Dalam surah Al-Mumtahanah ayat 8-9, Allah SWT berfirman, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orangorang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Manusia yang Beruntung

REPUBLIKA.CO.ID,–Dalam bahasa Arab, kata al-falaah berasal dari al-falh yang artinya petani. Sedangkan falaha maknanya menunjukkan pada aktivitas yang dilakukan petani, yaitu mencangkul, menggali tanah, atau membuat lubang di tanah untuk menyimpan benih. Menurut ahli bahasa Arab maknanya sama dengan al-syaqq, yaitu membelah. (Shafwah Al-Tafaasiir [1])

Kata muflih, diterjemahkan dengan orang-orang beruntung atau memperoleh apa yang dimohon, adalah karena melihat proses yang biasa dilakukan oleh petani, di antaranya menyiram dan memberi pupuk. Pekerjaan ini biasanya dilakukan terus-menerus sehingga untuk sampai kepada waktu panen membutuhkan waktu yang cukup lama.

Selain itu, bisa juga dipahami bahwa yang dimaksud al-muflih adalah orang yang berusaha secara konsisten menanam benih amal saleh di dunia, kemudian menjaga dan menyuburkannya sehingga dia memperoleh hasilnya di akhirat nanti, yaitu mendapatkan surga dan selamat dari neraka.

Lawan dari kata al-falh adalah al-kuffar. Maknanya juga petani, tetapi dalam aktivitas yang lain. Menurut ahli bahasa, kata al-kuffar maknanya adalah al-ghithaa’ yang berarti menutup, yakni menimbun benih dengan tanah. Berdasarkan uraian ini, bisa disimpulkan bahwa aktivitas al-falh dan al-kuffar merupakan dua aktivitas yang berlawanan, yaitu pertama menggali lubang dan yang kedua menutup lubang.

Karena itu, orang yang muflih adalah orang yang senantiasa membuka pintu rahmat Allah SWT. Apa pun yang dikerjakannya semata-mata untuk mencari karunia dan rahmat Allah SWT. Maka, apabila karakter muflih ini bersemayam pada diri seorang pemimpin, niscaya ia akan menggunakan kemampuannya untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah. Dalam persoalan bangsa, ia akan menggunakan potensinya untuk mewujudkan negeri yang aman dan diridai oleh Allah SWT.

Karena itu, yang dibutuhkan bangsa ini adalah orang-orang yang senantiasa menggunakan kemampuannya untuk perbaikan, bukan manusia-manusia yang hanya memikirkan kekuasaan, kekayaan, jabatan, atau popularitas. Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang memiliki keyakinan bahwa apa yang dilakukannya nantinya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Itulah manusia yang muflih (beruntung), yaitu mereka yang beriman kepada Allah, Alquran, hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat. Mereka adalah orang yang senantiasa menggali potensi untuk mewujudkan kemaslahatan dan kebaikan, bukan menciptakan kemungkaran dan kerusakan. Wallahu A’lam.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Bunuh 3 Tentara Pakistan, 27 Tank NATO Dibombardir

REPUBLIKA.CO.ID, AFGHANISTAN–Setidaknya 27 tank NATO yang tengah membawa bahan bakar pasukan Afghanistan dibombardir sekelompok pria bersenjata di selatan Pakistan. Penyerangan terjadi di tepi kota Shikarpur, provinsi Sindh, pada Kamis 30 September kemarin.

Tidak ada satu pun yang percaya atas penembakan tersebut atau terluka ketika tank-tank NATO menyerang. Pejabat dikepolisian setempat Ahmed Chandio mengatakan, tank-tank tersebut sedang parkir di terminal ketika seklompok pria memuntahkan pelurunya dari senjata laras panjangnya.

Sontak beberapa waga sekitar diperintahkan untuk menjauhkan diri sebelum terkena muntahan peluru tersebut. Salah seorang fotografer Associated Press yang tengah mengabadikan momen tersebut mengungkapkan bahwa tank tersebut masih menyala beberapa jam setelah penyerangan tersebut. Namun tidak dikonfirmasikan apakah peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa di pihak tentara NATO.

Pada hari yang sama, Pakistan menutup perbatasan sebagai bentuk protes atas serangan mendadak ke wilayahnya yang dilakukan pasukan NATO dan menewaskan sedikitnya tiga tentara Pakistan.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Mata Hati yang Tajam

REPUBLIKA.CO.ID,Syekh Atha’ as-Silmi dikenal sebagai guru mengaji yang tulus. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang yang pandai menenun pakaian. Sekali dalam seminggu, ia membawa hasil tenunannya ke pasar untuk dijual. Syekh Atha’ as-Silmi sangat yakin bahwa tenunannya sangat apik dan tak ada cacat.

Di tengah hiruk-pikuk keramaian pasar, kalimat tasbih dan tahmid mengiringi hembusan-hembusan napasnya. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendekat dan melihat-lihat pakaian tenunannya. Orang tersebut adalah seorang penjahit. Kemudian, orang itu berkata, “Baju ini cukup bagus. Namun sayang, ada cacatnya, ini, ini, dan ini.”

Dengan tanpa kata, Syekh Atha’ menyahut pakaiannya dari tangan orang itu. Kemudian, dia duduk dan menangis terisak-isak. Orang itu bingung melihat Syekh Atha’ menangis. Namun, penyesalan tampak di wajahnya atas apa yang diucapkan. Dia meminta maaf bila ucapan tadi melukai hati. Dan, dia mau membeli tenunan itu berapa pun harganya.

Kemudian, Syekh Atha’ berkata, “Sebab yang menyebabkan aku menangis bukan seperti yang kamu kira. Aku telah bersungguh-sungguh menenun baju ini. Tenunan baju ini tidak seperti baju-baju lain yang telah aku buat. Aku membuatnya lebih halus, lalu kemudian aku tambahkan keindahan di dalamnya. Setelah itu, aku periksa dengan amat teliti untuk memastikan tidak ada cacat di dalamnya.

Tapi, ketika hasil tenunanku ini diperiksa oleh manusia, terlihat ada cacat di bagian yang mana aku tidak menyadarinya. Lalu, bagaimana nanti dengan amal-amal perbuatan kita tatkala diperiksa oleh Allah, Zat yang Maha Tahu di Hari Kiamat nanti? Berapa banyak cacat dan dosa yang akan tampak dari amal ibadah kita, dan itu yang tidak kita sadari!”

Kisah di atas menggambarkan bahwa orang yang bertakwa, sangat sensitif dalam keimanan. Apa yang terjadi di hadapannya langsung mengetuk hatinya untuk ingat terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah. Mereka sangat takut akan segala kekurangan ibadah kepada Allah. Mereka sangat sedih bila amal ibadah yang dikerjakannya selama ini terdapat kekurangan dan ketidaksempurnaan. Hal itu, dapat menyebabkan berkurangnya pahala atau bahkan tertolaknya amalan yang dikerjakan. Jika itu terjadi, niscaya sia-sialah amal ibadahnya.

Imam Ibnu Jauzi menuturkan, “Ketakwaan dan keimanan akan mempertajam mata hati pelakunya. Apa pun peristiwa yang terjadi di sekitar, ia akan dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Panasnya musim kemarau mengingatkan pada api neraka, gelapnya malam mengingatkan gelap gulitanya alam kubur, hawa sejuk dan indahnya musim semi mengilhami untuk mencari rezeki yang halal.”

Ketajaman mata hati hanya dapat diasah dengan taqarrub, mujahadah, dan bertawakal kepada Allah. Maka, tidak heran jika ada beberapa alim ulama yang mampu menguak rahasia di balik peristiwa karena mereka memiliki mata hati yang tajam.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Memberikan yang Terbaik

REPUBLIKA.CO.ID,–Dalam Alquran, Allah menegaskan bahwa baru dinamakan berbuat kebajikan bila mereka dengan rela memberikan nafkah yang paling dicintainya kepada orang yang membutuhkan.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran [3]: 92).

Pada zaman dulu, di Yatsrib (Madinah, sekarang), kaum Anshar telah lama menanti kedatangan kaum Muhajirin, saudara seiman mereka yang berasal dari Makkah. Ketika Muhajirin benar-benar tiba, kaum Anshar sangat senang. Mereka pun menjamu saudara seiman ini dengan segenap kemampuan yang dimilikinya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, ada seorang Anshar berkata kepada seorang Muhajirin. “Ini adalah kekayaanku; ambillah separuh. Dan ini adalah dua istriku; lihatlah mana yang lebih menyenangkanmu dan katakan kepadaku, maka aku akan menceraikannya dan ia akan menjadi istrimu setelah ia menyelesaikan idahnya.”

Orang Muhajirin ini membalas kebaikan Anshar ini suatu jawaban yang lebih baik. Ia berkata: “Semoga Allah memberi rahmat atas kekayaan dan istrimu kepadamu. Aku tidak memerlukan mereka. Tolong, tunjukkan kepadaku di mana pasar yang aku dapat bekerja.”

Dalam riwayat lain, seorang Anshar memberikan ucapan selamat datang kepada orang Muhajirin dan menganggapnya sebagai tamu. Ia pun berusaha menjamu tamunya ini dengan baik. Sayangnya, ia tidak memiliki makanan yang cukup. Namun, sebagai rasa sayangnya, ia memerintahkan istrinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamunya.

“Bawa anak-anak ke tempat tidur dan matikan lampu lalu sediakan apa yang engkau punya untuk tamu kita. Kita akan duduk dengannya di meja dan membuatnya berpikir bahwa kita makan meskipun kita tidak makan.”

Maka, mereka duduk bersama sambil melayani tamunya. Si tamu ini pun makan dengan lahapnya, sementara tuan rumah terpaksa menahan lapar sepanjang malam. Pada pagi berikutnya, seorang Anshar pergi kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata kepada beliau atas apa yang terjadi. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah meridai atas apa yang engkau lakukan untuk tamumu malam ini.” (Muttafaqun alaih).

Orang-orang Muhajirin sangat bergembira atas sambutan yang baik dari kaum Anshar. Mereka berkata kepada Nabi Muhammad SAW. “Ya, Rasulullah, kami tidak pernah melihat sesuatu pun seperti orang-orang ini. Jika memiliki sedikit (harta), mereka tetap memberikan bantuan. Dan jika kaya, mereka sangat murah hati. Mereka membantu dan membagi harta mereka dengan kami sehingga kami khawatir bahwa mereka akan menerima semua pahala.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak, selama engkau menghormati (menyanjung) mereka dan berdoa kepada Allah untuk mereka.” (HR Bukhari, Ahmad, Abud Dawud, Tirmidzi, dan Nasai).

Alangkah indah dan mulianya akhlak orang-orang Anshar. Mereka merelakan harta yang dimiliki untuk saudara-saudaranya yang membutuhkan. Mereka rela kelaparan demi menghormati saudaranya yang kekurangan. Semoga kita bisa mengambil teladan dari akhlak mulia sahabat Anshar ini. Wallahu A’lam.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Puluhan Truk NATO Dibakar di Perbatasan Pakistan-Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID,KARACHI–Sejumlah pria bersenjata di Pakistan Selatan, Jumat (1/10) membakar lebih dari 24 truk dan mobil pengangkut bahan bakar minyak untuk pasukan NATO di Afghanistan. Peristiwa itu terjadi sehari setelah Pakistan menutup perbatasannya bagi truk-truk pengangkut NATO untuk memprotes pemboman yang dilakukan pesawat NATO di perbatasan Pakistan-Afghanistan dan menewaskan tiga pasukan Pakistan.

”Sekitar 20 penyerang bersenjatakan peluncur granat dan senapan serbu menyerang truk-truk ini. Mereka membakar 27 truk di sana,” kata komandan polisi distrik setempat, Abdul Hameed, kepada AFP mengenai serangan menjelang Jumat subuh itu. Insiden itu terjadi di Distrik Shikarpur, pronvinsi Sindh, Pakistan Selatan.

Para pejabat mengatakan, rute darat utama untuk pasokan NATO tetap diblokir dan tidak ada truk diizinkan memasuki Afghanistan hingga Jumat ini. ”Truk-truk yang mengangkut bahan bakar minyak dan barang-barang lainnya untuk pasukan NATO masih tetap tidak diizinkan memasuki Afghanistan,” kata seorang pejabat pemerintah di Torkham, perlintasan perbatasan utama di distrik Khyber Pakistan kepada AFP melalui telepon.

Seorang pejabat keamanan di kota Peshawar, Pakistan Barat Laut juga mengkonfirmasikan bahwa truk-truk dilarang memasuki Afghanistan untuk hari kedua dan mereka tidak menerima perintah-perintah baru untuk mengizinkan kembali masuknya truk-truk pengangkut logistik NATO ke Afghanistan.

Sumber :

http://www.republika.co.id/

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.